Minggu, 22 Mei 2011

SEBUAH DOA SEORANG MANUSIA BIASA


Semakin hari semakin besar tuntuan hidup yang harus kita hadapi, ini adalah suatu hal yang harus kita pelajari, bagaimana kita harus tetep bertahan dalam situasi kehidupan yang semakin hari semakin berat.
Waktu berjalan begitu cepat, namun apakah yang sudah kita lakukan selama ini bisa membuat orang lain bahagia?
Sampai saat ini aku belum merasakan hal itu, aku belum bisa membuat orang yang ada disekitarku  merasa bangga dan bahagia atas apa yang telah aku lakukan selama ini. Sedih memang jika mengingat masalah ini. Sangat kecil sekali sepertinya diri ini tanpa adanya sesuatu yang bermanfaat dan bisa kita berikan kepada orang yang kita sayangi. Namun hal ini tidak akan membuat aku menyerah dan berhenti berusaha untuk bisa menjadi lebih baik dari hari kemarin, segala usaha dan doa tak berhenti ku lakukan untuk bisa menjadi orang yang lebih baik.
Ya Allah aku bersyukur untuk satu hari yang Engkau tambahkan dalam hidupku, betapa pemeliharaanMu sempurna sepanjang umurku di bumi ini.
Aku ingat, saat aku bimbang dan hilang arah, Engkau menuntun dan membuat senyumku merekah… Kadang aku tak mengerti jalan-jalanMu, tapi bukan mengerti kehendakMU yang Kau minta.. Kau meminta untuk aku percaya penuh, seperti seorang anak kecil yang tidak meragukan orangtuanya bahwa mereka akan menjaga dan memberikan yang terbaik, seperti seorang anak yang percaya bahwa ketika ia meminta roti, tidak mungkin orangtuanya akan memberikan ular. Dan ketika itu yang aku lakukan, aku jatuh bersimpuh… melihat betapa besar karya kehidupan yang Kau lakukan dalam hidupku. Modalku hanya percaya, dan ternyata Engkau memberikan jauuuh… jauuuuh lebih banyak dari apa yang aku minta. Apa yang tak pernah terpikirkan olehku, itu yang Kau sediakan bagiku.
Ya Allah, aku mengucap syukur atas orang-orang yang kau percaya untuk menemani dan  membimbing aku sampai saat ini, keluarga sederhana yang sangat menyayangi aku. Keluargaku adalah matahariku. Tanpa mereka, gelaplah hari-hari yang aku jalani. Ajarku terus mendongak pada mereka, memeluk dan mencintai mereka senantiasa, karena cinta, perhatian dan kasih tak bersyarat keluarga membuatku menjadi seperti ini. I can’t thank You enough for this, Lord. Ajar aku menjadi anak, kakak dan adik yang mengerti setiap insan dimana kami berbagi tetes darah dan secuil daging dalam kekeluargaan.
Ya Allah, aku mengucap syukur untuk seluruh malaikat-malaikat tak bersayap yang Engkau kirimkan dalam wujud sahabat, Mereka sungguh-seungguh telah menjadi perpanjangan tanganMu. Para sahabat, baik di dunia nyata ataupun dunia maya, mereka mengisi hidupku dengan bayak warna. Mereka menyediakan rengkuhan saat aku membutuhkan pelukan, mereka ada untuk aku berbagi canda, kadang mereka juga melelehkan airmata dipipiku, tapi justru itu yang mendewasakan aku! Sahabat adalah pelangiku, berkati mereka dengan segala kebaikan, ya Allah. Dan ajar aku menjadi sahabat yang baik buat mereka semua.
Ya Allah, aku mengucap syukur untuk segala berkat yang Kau berikan padaku. Tak dapat kuhitung satu-persatu, karena begitu banyak kebaikan yang Engkau berikan. Kesehatan, kekuatan, bahkan  udara segar yang masuk melalui rongga hidungku adalah berkat luar biasa yang Engkau berikan buatku! Tak perlu aku kuatir, aku aman bersamaMu.. Karena rancangan-rancanganMu adalah rancangan damai sejahtera, rancangan kebaikan untuk segala hal.. Cetak biru kehidupanku ada ditanganMu… Engkaulah Rabb yang memberikan tawa di hari-hariku, Engkaulah Sang Pencipta yang menyediakan payung di masa panas dan Engkaulah yang selalu mencukupkan kebutuhan hidupku.
Ya Allah, air mataku tumpah mengingat semua kebaikan yang Engkau berikan padaku. Aku merasa begitu kecil.. Bagai titik debu di lautan pasir. Siapakah aku ini ya Allah, sehingga Engkau memperhatikanku sedemikian rupa? Satu pintaku, bentuk aku agar menjadi manusia yang selalu mengingat Engkau senantiasa, memenuhi panggilan hidupnya ketika diciptakan, yaitu menjadi mahluk yang memuliakanMu dalam segala lakuku.
"DOA ADALAH HADIAH TERBESAR DAN TERINDAH YANG KITA TERIMA. Tanpa biaya, tetapi penuh daya guna."

8 komentar:

  1. hmmmmmmmmmmmmm..........

    BalasHapus
  2. cieeee, santo uda bisa nulis novel ! hehe..

    BalasHapus
  3. hehehe....
    masih mencoba-coba aja ko din
    bukan novel ini mah
    hanya sebuah rasa yang timbul dan ingin dituangkan kedalam bentuk tulisan :D

    BalasHapus
  4. cieeeee.. plok plok plok !
    santo makin puitis nan sentimentil ! hehe
    tapi salut deh santo uda punya blog, yg rajin nulisnya ya nak ! ;D

    BalasHapus
  5. hahaha
    sentimentil emang ya din? :D

    BalasHapus
  6. adhie sherano8 Juni 2011 03.12

    Aku tak pernah tahu apa arti do'a yang sesungguhnya...yang aku tahu bahwa Tuhan selalu mengajakku berbicara dengan caraNya sendiri...

    Tulisan yang bagus, kawan...semoga ke depannya akan terus hadir rangkaian kata yang mampu membangkitkan imaji bagi siapapun yang menyusurinya... :-)

    BalasHapus
  7. tulisan ini sebenernya terinspirasi dari tulisan lo di..banyak belajar lah gw dari lo... :D

    BalasHapus
  8. adhie sherano11 Juni 2011 22.57

    hehehe..berlebihan lu...hehehe...

    keep on writing bro, it makes you better than before... :-)

    BalasHapus